Katalog Transaksi
Setiap jenis transaksi yang bisa dicatat di PaKuntan, lengkap dengan contoh kasus nyata dan jurnal debit-kreditnya — supaya Anda tahu persis bagaimana pembukuan usaha Anda akan tercatat sebelum mulai memakai aplikasinya.
Pemasukan
Penjualan jasa/barang, piutang, dan pendapatan lain dari kegiatan usaha utama.
Penjualan Jasa
Klinik kecantikan “Ayu Skincare” menerima pembayaran tunai Rp3.500.000 dari pelanggan atas jasa perawatan wajah yang baru selesai dikerjakan.
| Akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Kas | Rp 3.500.000 | — |
| Pendapatan Jasa | — | Rp 3.500.000 |
Bisa juga dicatat sebagai penjualan kredit (Piutang Usaha), atau ditambah PPN Keluaran 11% bila usaha sudah PKP.
Penjualan Barang Dagang
Toko elektronik “Jaya Makmur” menjual barang dagangan seharga Rp1.200.000 secara tunai kepada pelanggan.
| Akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Kas | Rp 1.200.000 | — |
| Pendapatan Penjualan | — | Rp 1.200.000 |
| Harga Pokok Penjualan (HPP) | Rp 800.000 | — |
| Persediaan Barang Dagang | — | Rp 800.000 |
Jurnal HPP tercipta otomatis dari biaya rata-rata tertimbang persediaan, tanpa perlu dihitung manual.
Penjualan Barang Jadi
Pabrik roti “Roti Nikmat” menjual roti hasil produksi sendiri seharga Rp2.000.000 secara tunai.
| Akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Kas | Rp 2.000.000 | — |
| Pendapatan Penjualan | — | Rp 2.000.000 |
| Harga Pokok Penjualan (HPP) | Rp 1.300.000 | — |
| Persediaan Barang Jadi | — | Rp 1.300.000 |
Sama seperti Penjualan Barang Dagang, tapi HPP mengurangi Persediaan Barang Jadi, bukan Persediaan Barang Dagang.
Pendapatan Jasa Diterima Dimuka
Event organizer “Pesta Berkah” menerima DP Rp5.000.000 dari klien untuk acara pernikahan yang baru akan dilaksanakan bulan depan.
| Akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Kas | Rp 5.000.000 | — |
| Pendapatan Jasa Diterima Dimuka | — | Rp 5.000.000 |
Kas sudah diterima, tapi belum diakui sebagai pendapatan karena jasanya belum diberikan.
Penyelesaian Jasa dari DP
Acara pernikahan yang DP-nya (Rp5.000.000) diterima “Pesta Berkah” sebelumnya sudah selesai. Total harga jasa Rp15.000.000, sisanya Rp10.000.000 dibayar tunai saat acara selesai.
| Akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Pendapatan Jasa Diterima Dimuka | Rp 5.000.000 | — |
| Kas | Rp 10.000.000 | — |
| Pendapatan Jasa | — | Rp 15.000.000 |
Menyelesaikan transaksi Pendapatan Jasa Diterima Dimuka sebelumnya; tidak bisa diedit setelah disimpan, hanya dihapus dan dicatat ulang.
Penerimaan Piutang
Pelanggan CV Sinar Abadi melunasi piutang usaha sebesar Rp4.000.000 yang sebelumnya tercatat dari penjualan kredit.
| Akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Kas | Rp 4.000.000 | — |
| Piutang Usaha | — | Rp 4.000.000 |
Harus memilih piutang yang masih terbuka; nominal tidak bisa melebihi sisa saldonya.
Pemulihan Piutang Tak Tertagih
Piutang pelanggan yang sudah dihapuskan tahun lalu senilai Rp2.000.000 ternyata bisa ditagih kembali.
| Akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Piutang Usaha | Rp 2.000.000 | — |
| Penyisihan Piutang Tak Tertagih | — | Rp 2.000.000 |
Membuat piutang baru; pelunasan kasnya dicatat terpisah lewat Penerimaan Piutang.
Penjualan Piutang (Anjak Piutang)
Perusahaan menjual piutang usaha senilai Rp10.000.000 ke perusahaan pembiayaan; pembiayaan memotong biaya jasa 3% (Rp300.000) dan mentransfer sisanya tunai.
| Akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Kas | Rp 9.700.000 | — |
| Beban Biaya Jasa | Rp 300.000 | — |
| Piutang Usaha | — | Rp 10.000.000 |
Bisa memproses beberapa piutang sekaligus; tidak bisa diedit setelah disimpan.
Investasi
Aset tetap, aset tak berwujud, surat berharga, dan pemberian pinjaman.
Wesel Tagih
Pelanggan menandatangani wesel tagih berbunga 12%/tahun senilai Rp20.000.000 untuk memformalkan piutang usaha yang sudah menumpuk.
| Akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Wesel Tagih | Rp 20.000.000 | — |
| Piutang Usaha | — | Rp 20.000.000 |
Bisa juga langsung berupa pinjaman kas (debit Kas, bukan Piutang Usaha).
Penerimaan Wesel Tagih
Wesel tagih Rp20.000.000 jatuh tempo, ditambah bunga terutang Rp2.400.000 yang belum pernah diakui.
| Akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Kas | Rp 22.400.000 | — |
| Wesel Tagih | — | Rp 20.000.000 |
| Pendapatan Bunga | — | Rp 2.400.000 |
Bila sebagian bunga sudah diakru sebelumnya lewat Jurnal Penyesuaian, porsi itu masuk ke Piutang Bunga.
Wesel Gagal Bayar
Wesel tagih Rp20.000.000 (plus bunga Rp2.400.000) tidak dibayar saat jatuh tempo, namun perusahaan masih yakin bisa menagihnya lewat jalur piutang biasa.
| Akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Piutang Usaha | Rp 22.400.000 | — |
| Wesel Tagih | — | Rp 20.000.000 |
| Pendapatan Bunga | — | Rp 2.400.000 |
Bila dianggap tidak akan tertagih, sisi debit memakai Penyisihan Piutang Tak Tertagih sebesar pokok saja.
Pembelian Peralatan
Bengkel “Motor Jaya” membeli 1 unit mesin las seharga Rp8.000.000 tunai, termasuk ongkos kirim dan instalasi.
| Akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Peralatan | Rp 8.000.000 | — |
| Kas | — | Rp 8.000.000 |
Bisa langsung didaftarkan sebagai Aset Tetap yang disusutkan dalam satu langkah.
Pembelian Tanah
Perusahaan membeli sebidang tanah seharga Rp500.000.000 tunai untuk lokasi gudang baru.
| Akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Tanah | Rp 500.000.000 | — |
| Kas | — | Rp 500.000.000 |
Tanah tidak disusutkan — berbeda dengan Perbaikan Tanah.
Perbaikan Tanah
Perusahaan membangun pagar keliling dan area parkir di atas tanah miliknya seharga Rp45.000.000 tunai.
| Akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Perbaikan Tanah | Rp 45.000.000 | — |
| Kas | — | Rp 45.000.000 |
Berbeda dari Tanah, Perbaikan Tanah disusutkan karena punya umur manfaat terbatas.
Pembelian Bangunan
Perusahaan membeli ruko siap pakai seharga Rp750.000.000 secara kredit untuk kantor cabang baru.
| Akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Bangunan | Rp 750.000.000 | — |
| Utang Usaha | — | Rp 750.000.000 |
Konstruksi Bangunan
Perusahaan membangun gudang baru senilai Rp300.000.000, dibayar tunai ke kontraktor sesuai termin.
| Akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Bangunan | Rp 300.000.000 | — |
| Kas | — | Rp 300.000.000 |
Sasaran akunnya sama dengan Pembelian Bangunan — bedanya cuma narasi, karena aset dibangun sendiri.
Penambahan/Perbaikan Aset Tetap
Mesin produksi yang sudah terdaftar di Aset Tetap di-upgrade dengan komponen baru seharga Rp6.000.000 tunai, menambah kapasitas produksinya.
| Akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Peralatan (aset terkait) | Rp 6.000.000 | — |
| Kas | — | Rp 6.000.000 |
Menambah nilai buku aset yang sudah ada, bukan membuat aset baru — dipilih langsung dari daftar Aset Tetap.
Pembelian Aset Tak Berwujud
Perusahaan membeli hak paten atas desain produk seharga Rp25.000.000 tunai dari penemunya.
| Akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Paten | Rp 25.000.000 | — |
| Kas | — | Rp 25.000.000 |
Bisa juga Hak Cipta, Merek Dagang, atau Waralaba dan Lisensi; bisa langsung didaftarkan sebagai aset yang diamortisasi.
Pendanaan
Modal pemilik/saham, utang jangka panjang, prive/dividen, dan pelunasan pinjaman.
Wesel Bayar
Perusahaan menandatangani wesel bayar berbunga 10%/tahun senilai Rp15.000.000 kepada pemasok.
| Akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Utang Usaha | Rp 15.000.000 | — |
| Wesel Bayar | — | Rp 15.000.000 |
Bisa juga langsung berupa pinjaman kas masuk (debit Kas, bukan Utang Usaha).
Pembayaran Wesel Bayar
Wesel bayar Rp15.000.000 jatuh tempo, ditambah bunga Rp1.500.000, dilunasi tunai sekaligus.
| Akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Wesel Bayar | Rp 15.000.000 | — |
| Beban Bunga | Rp 1.500.000 | — |
| Kas | — | Rp 16.500.000 |
Pinjaman Jangka Panjang
Perusahaan mengambil kredit investasi bank jangka waktu 5 tahun senilai Rp200.000.000, dana cair ke rekening.
| Akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Bank | Rp 200.000.000 | — |
| Utang Jangka Panjang | — | Rp 200.000.000 |
Pembayaran Utang Jangka Panjang
Cicilan pokok utang jangka panjang sebesar Rp40.000.000 yang sudah direklasifikasi jatuh tempo tahun ini dibayar tunai.
| Akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Utang Jangka Panjang yang Jatuh Tempo | Rp 40.000.000 | — |
| Kas | — | Rp 40.000.000 |
Mensyaratkan jurnal penyesuaian reklasifikasi sebelumnya dari Utang Jangka Panjang.
Penerbitan Obligasi
Perusahaan menerbitkan obligasi nilai nominal Rp100.000.000 dengan kupon di bawah suku bunga pasar, sehingga terjual dengan diskonto seharga Rp95.000.000 tunai.
| Akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Kas | Rp 95.000.000 | — |
| Diskonto Utang Obligasi | Rp 5.000.000 | — |
| Utang Obligasi | — | Rp 100.000.000 |
Pembayaran Bunga Obligasi
Perusahaan membayar bunga kupon obligasi periodik sebesar Rp5.000.000 tunai; sebagian diskonto ikut diamortisasi otomatis sebesar Rp500.000.
| Akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Beban Bunga | Rp 5.500.000 | — |
| Kas | — | Rp 5.000.000 |
| Diskonto Utang Obligasi | — | Rp 500.000 |
Beban bunga dan amortisasi diskonto/premium dihitung otomatis dari nilai buku obligasi — tidak diinput manual.
Pelunasan Obligasi
Perusahaan melunasi lebih awal obligasi bernilai buku Rp98.000.000 (nominal Rp100.000.000 dikurangi diskonto belum teramortisasi Rp2.000.000) dengan membayar tunai Rp99.000.000, mengakui rugi pelunasan Rp1.000.000.
| Akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Utang Obligasi | Rp 100.000.000 | — |
| Rugi Pelunasan Obligasi | Rp 1.000.000 | — |
| Diskonto Utang Obligasi | — | Rp 2.000.000 |
| Kas | — | Rp 99.000.000 |
Untung/rugi dihitung otomatis dari selisih nilai buku obligasi terhadap harga pelunasan.
Penerbitan Saham Biasa
PT Maju Bersama menerbitkan 10.000 lembar saham biasa nilai nominal Rp1.000/lembar, terjual seharga Rp1.500/lembar tunai — total Rp15.000.000.
| Akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Kas | Rp 15.000.000 | — |
| Modal Saham | — | Rp 10.000.000 |
| Agio Saham | — | Rp 5.000.000 |
Penerbitan di bawah nilai nominal ditolak sistem, sesuai UU PT No. 40/2007 Pasal 42.
Pembelian Saham Treasuri
PT Maju Bersama membeli kembali 1.000 lembar sahamnya sendiri dari pasar seharga Rp1.800/lembar tunai.
| Akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Saham Treasuri | Rp 1.800.000 | — |
| Kas | — | Rp 1.800.000 |
Penjualan Kembali Saham Treasuri
PT Maju Bersama menjual kembali 500 lembar saham treasurinya (biaya rata-rata Rp1.800/lembar) seharga Rp2.000/lembar tunai.
| Akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Kas | Rp 1.000.000 | — |
| Saham Treasuri | — | Rp 900.000 |
| Agio Saham Treasuri | — | Rp 100.000 |
Penerbitan Saham Preferen
PT Maju Bersama menerbitkan 5.000 lembar saham preferen nilai nominal Rp5.000/lembar, terjual seharga Rp5.500/lembar tunai.
| Akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Kas | Rp 27.500.000 | — |
| Saham Preferen | — | Rp 25.000.000 |
| Agio Saham Preferen | — | Rp 2.500.000 |
Wesel Bayar Angsuran
Perusahaan membeli kendaraan operasional lewat pembiayaan (KKB) senilai Rp150.000.000, dilunasi lewat angsuran bulanan tetap.
| Akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Kas | Rp 150.000.000 | — |
| Wesel Bayar Angsuran | — | Rp 150.000.000 |
Nominal cicilan bulanan (pokok+bunga) sudah dihitung otomatis di muka.
Pembayaran Wesel Bayar Angsuran
Perusahaan membayar 1 kali angsuran KKB sebesar Rp3.200.000, porsi bunga dan pokok dihitung otomatis dari sisa pokok saat ini.
| Akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Beban Bunga | Rp 1.200.000 | — |
| Wesel Bayar Angsuran | Rp 2.000.000 | — |
| Kas | — | Rp 3.200.000 |
Sewa Pembiayaan Dimulai
Perusahaan memulai sewa pembiayaan (finance lease) alat berat dengan nilai kini pembayaran sewa Rp120.000.000 — belum ada kas yang berpindah.
| Akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Aset Hak-Guna | Rp 120.000.000 | — |
| Liabilitas Sewa | — | Rp 120.000.000 |
Entri non-kas murni; tidak melibatkan akun Kas/Bank sama sekali.
Pembayaran Sewa Pembiayaan
Perusahaan membayar 1 kali angsuran sewa pembiayaan sebesar Rp2.500.000, porsi bunga dan pokok dihitung otomatis dari sisa liabilitas sewa saat ini.
| Akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Beban Bunga | Rp 900.000 | — |
| Liabilitas Sewa | Rp 1.600.000 | — |
| Kas | — | Rp 2.500.000 |
Tidak mengamortisasi Aset Hak-Guna — itu dicatat terpisah lewat Jurnal Penyesuaian.
Setoran Modal Pemilik
Pemilik toko menambah modal usaha di tengah jalan dengan menyetor tunai Rp30.000.000 ke rekening usaha.
| Akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Kas | Rp 30.000.000 | — |
| Modal Pemilik | — | Rp 30.000.000 |
Nama akun menyesuaikan bentuk usaha: Modal Pemilik (perorangan), Modal Sekutu (CV), atau Modal Saham (badan).
Prive
Pemilik usaha menarik kas pribadi sebesar Rp5.000.000 dari kas usaha untuk keperluan pribadi.
| Akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Prive | Rp 5.000.000 | — |
| Kas | — | Rp 5.000.000 |
Khusus perorangan/CV. Badan usaha (PT) tidak bisa memakai jalur satu-langkah ini — pembagian dividen wajib lewat Deklarasi Dividen lalu Pembayaran Dividen di bawah, sesuai UU PT No. 40/2007 Pasal 71.
Deklarasi Dividen
PT Maju Bersama mengumumkan dividen Rp20.000.000 kepada pemegang saham — belum ada kas yang dibayarkan, hanya diakui sebagai kewajiban.
| Akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Dividen | Rp 20.000.000 | — |
| Utang Dividen | — | Rp 20.000.000 |
Untuk badan usaha, nominal dibatasi maksimal sebesar saldo laba yang bisa dibagikan pada tanggal deklarasi (UU PT No. 40/2007 Pasal 71). Tidak bisa diedit setelah disimpan.
Pembayaran Dividen
PT Maju Bersama membayar tunai dividen Rp20.000.000 yang sudah dideklarasikan sebelumnya kepada pemegang saham.
| Akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Utang Dividen | Rp 20.000.000 | — |
| Kas | — | Rp 20.000.000 |
Produksi
Bahan baku, biaya produksi, dan perpindahan barang dalam proses ke barang jadi.
Mulai Pesanan Produksi
Pabrik mendaftarkan pesanan produksi baru #PO-045 untuk 500 unit produk — kartu biaya pesanan dibuka, belum ada biaya yang dicatat.
Tidak ada jurnal pada langkah ini — hanya mencatat data pendukung.
Tidak ada jurnal sama sekali pada langkah ini — murni membuka kartu biaya pesanan, seperti mendaftarkan Aset Tetap.
Pemakaian Bahan Baku
Bahan baku tepung senilai Rp4.000.000 (biaya rata-rata tertimbang) dikeluarkan dari gudang ke lini produksi untuk pesanan #PO-045.
| Akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Persediaan Barang Dalam Proses | Rp 4.000.000 | — |
| Persediaan Bahan Baku | — | Rp 4.000.000 |
Tenaga Kerja Langsung
Biaya tenaga kerja langsung untuk pesanan #PO-045 sebesar Rp2.500.000 dibayar tunai ke karyawan produksi.
| Akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Persediaan Barang Dalam Proses | Rp 2.500.000 | — |
| Kas | — | Rp 2.500.000 |
Dibayar langsung dari kas/bank — sengaja tidak melalui Utang Gaji seperti penggajian kantor biasa.
Pembebanan Overhead Pabrik
Overhead pabrik dibebankan ke pesanan #PO-045 memakai tarif pra-tentukan 40% dari biaya tenaga kerja langsung (Rp2.500.000) — sebesar Rp1.000.000.
| Akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Persediaan Barang Dalam Proses | Rp 1.000.000 | — |
| Beban Overhead Pabrik | — | Rp 1.000.000 |
Penyelesaian Produksi
Pesanan #PO-045 selesai diproduksi — total akumulasi biaya bahan, tenaga kerja, dan overhead sebesar Rp7.500.000 dipindahkan menjadi Persediaan Barang Jadi.
| Akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Persediaan Barang Jadi | Rp 7.500.000 | — |
| Persediaan Barang Dalam Proses | — | Rp 7.500.000 |
Beban
Beban operasional, gaji, pajak, dan pembelian persediaan/perlengkapan.
Beban Operasional Lainnya
Perusahaan membayar langganan software akuntansi cloud sebesar Rp500.000/bulan secara tunai.
| Akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Beban Operasional | Rp 500.000 | — |
| Kas | — | Rp 500.000 |
Pembayaran Beban Sewa
Toko membayar sewa ruko bulanan Rp10.000.000 tunai ke pemilik gedung (perorangan), dipotong PPh Final Pasal 4(2) 10%.
| Akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Beban Sewa | Rp 10.000.000 | — |
| Kas | — | Rp 9.000.000 |
| Utang PPh Final Pasal 4(2) | — | Rp 1.000.000 |
Withholding opsional (3 baris) — sewa tanah/bangunan kena PPh Final 4(2) 10%, sewa aset lain kena PPh 23 2%.
Pembayaran Beban Utilitas
Perusahaan membayar tagihan listrik dan air bulanan sebesar Rp1.800.000 tunai.
| Akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Beban Utilitas | Rp 1.800.000 | — |
| Kas | — | Rp 1.800.000 |
Beban Pemasaran/Iklan
Perusahaan membayar biaya iklan media sosial sebesar Rp2.500.000 tunai untuk kampanye promosi bulan ini.
| Akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Beban Pemasaran | Rp 2.500.000 | — |
| Kas | — | Rp 2.500.000 |
Beban Jasa Profesional
Perusahaan membayar jasa konsultan pajak sebesar Rp5.000.000 tunai, dipotong PPh 23 2%.
| Akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Beban Jasa Profesional | Rp 5.000.000 | — |
| Kas | — | Rp 4.900.000 |
| Utang PPh 23 | — | Rp 100.000 |
Beban Lain-lain
Perusahaan mengeluarkan biaya tak terduga/tidak rutin sebesar Rp350.000 tunai.
| Akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Beban Lain-lain | Rp 350.000 | — |
| Kas | — | Rp 350.000 |
Beban PPh Badan (Tarif Umum)
PT Maju Bersama mencatat beban PPh Badan tarif umum sebesar Rp22.000.000 (dihitung sendiri di luar aplikasi), dibayar tunai.
| Akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Beban PPh Badan (Tarif Umum) | Rp 22.000.000 | — |
| Kas | — | Rp 22.000.000 |
Aplikasi tidak menghitung tarif pajak — nominal dihitung sendiri oleh pengguna/akuntan, sama seperti pola potongan PPh 21/23 lainnya.
Beban PPh Final PP 55
Toko kelontong dengan omzet di bawah Rp4,8 miliar/tahun membayar PPh Final PP 55 sebesar 0,5% dari omzet bulan ini, Rp750.000 tunai.
| Akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Beban PPh Final PP 55 | Rp 750.000 | — |
| Kas | — | Rp 750.000 |
Tersedia untuk semua bentuk usaha (perorangan, CV, maupun badan) yang memenuhi kriteria UMKM PP 55/2022 — berbeda dari PPh Badan tarif umum yang badan-only.
Pencatatan Gaji
Perusahaan mencatat gaji 1 periode untuk seorang karyawan: gaji kotor Rp8.000.000, dipotong PPh 21 dan BPJS karyawan, ditambah kontribusi BPJS perusahaan.
| Akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Beban Gaji | Rp 8.000.000 | — |
| Beban BPJS (Kontribusi Pemberi Kerja) | Rp 339.000 | — |
| Utang PPh 21 | — | Rp 200.000 |
| Utang BPJS Ketenagakerjaan | — | Rp 460.000 |
| Utang BPJS Kesehatan | — | Rp 119.000 |
| Utang Gaji | — | Rp 7.560.000 |
Hingga 6 baris jurnal sekaligus — baris potongan/kontribusi yang nilainya nol otomatis tidak ditampilkan. Ini transaksi non-kas; pembayarannya dicatat terpisah.
Pembayaran Liabilitas Gaji
Perusahaan membayar gaji bersih karyawan sebesar Rp7.560.000 tunai, menyelesaikan Utang Gaji dari pencatatan gaji sebelumnya.
| Akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Utang Gaji | Rp 7.560.000 | — |
| Kas | — | Rp 7.560.000 |
Bisa juga dipakai untuk menyetor Utang PPh 21, Utang BPJS Ketenagakerjaan, atau Utang BPJS Kesehatan.
Perbaikan Biasa (Ordinary Repairs)
Bengkel melakukan servis rutin dan ganti oli kendaraan operasional seharga Rp600.000 tunai.
| Akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Beban Perbaikan dan Pemeliharaan | Rp 600.000 | — |
| Kas | — | Rp 600.000 |
Beda dari Penambahan/Perbaikan Aset Tetap — perbaikan biasa langsung dibebankan, tidak menambah nilai aset.
Penelitian dan Pengembangan (R&D)
Perusahaan mengeluarkan biaya riset pengembangan produk baru sebesar Rp12.000.000 tunai.
| Akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Beban Penelitian dan Pengembangan | Rp 12.000.000 | — |
| Kas | — | Rp 12.000.000 |
Pembelian Perlengkapan Kantor
Perusahaan membeli perlengkapan kantor (alat tulis, kertas) senilai Rp1.500.000 tunai.
| Akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Perlengkapan | Rp 1.500.000 | — |
| Kas | — | Rp 1.500.000 |
Dicatat sebagai aset dulu; pemakaiannya dibebankan bertahap lewat menu Persediaan.
Pembayaran Premi Asuransi
Perusahaan membayar premi asuransi kebakaran gedung untuk 1 tahun ke depan sebesar Rp6.000.000 tunai.
| Akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Asuransi Dibayar Dimuka | Rp 6.000.000 | — |
| Kas | — | Rp 6.000.000 |
Dibebankan bertahap ke Beban Asuransi lewat Jurnal Penyesuaian setiap akhir periode.
Pembelian Barang Dagang
Toko membeli stok barang dagangan senilai Rp15.000.000 secara kredit dari pemasok.
| Akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Persediaan Barang Dagang | Rp 15.000.000 | — |
| Utang Usaha | — | Rp 15.000.000 |
Pembelian Bahan Baku
Pabrik membeli bahan baku kain senilai Rp9.000.000 tunai dari pemasok.
| Akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Persediaan Bahan Baku | Rp 9.000.000 | — |
| Kas | — | Rp 9.000.000 |
Persediaan Rusak/Hilang
Sejumlah barang dagangan senilai Rp1.200.000 (biaya rata-rata) ditemukan rusak akibat banjir di gudang.
| Akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Kerugian Persediaan | Rp 1.200.000 | — |
| Persediaan Barang Dagang | — | Rp 1.200.000 |
Pembayaran Utang
Perusahaan melunasi utang usaha ke pemasok sebesar Rp6.000.000 tunai.
| Akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Utang Usaha | Rp 6.000.000 | — |
| Kas | — | Rp 6.000.000 |
Harus memilih utang yang masih terbuka; nominal tidak bisa melebihi sisa saldonya.
Setor PPN Keluaran
Perusahaan menyetorkan PPN Keluaran yang sudah dipungut dari penjualan bulan lalu sebesar Rp3.300.000 ke kas negara.
| Akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| PPN Keluaran | Rp 3.300.000 | — |
| Kas | — | Rp 3.300.000 |
Penghapusan Piutang Tak Tertagih
Piutang pelanggan sebesar Rp1.500.000 dipastikan tidak akan tertagih dan dihapuskan memakai cadangan yang sudah dibentuk sebelumnya.
| Akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Penyisihan Piutang Tak Tertagih | Rp 1.500.000 | — |
| Piutang Usaha | — | Rp 1.500.000 |
Jurnal Penyesuaian
Akrual, beban dibayar dimuka, penyusutan, dan penyesuaian akhir periode lain sesuai basis akrual — dicatat sebelum laporan keuangan disusun.
Beban Masih Harus Dibayar
Gaji karyawan untuk 3 hari terakhir bulan ini sebesar Rp3.000.000 baru akan dibayar awal bulan depan — diakui sebagai beban periode ini meski kasnya belum keluar.
| Akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Beban Gaji | Rp 3.000.000 | — |
| Beban Masih Harus Dibayar | — | Rp 3.000.000 |
Basis akrual: beban diakui saat terjadi, bukan saat kas benar-benar dibayar.
Pendapatan Masih Harus Diterima
Jasa konsultasi senilai Rp5.000.000 sudah selesai dikerjakan akhir bulan, tapi invoice baru akan dikirim ke klien awal bulan depan.
| Akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Pendapatan Masih Harus Diterima | Rp 5.000.000 | — |
| Pendapatan Jasa | — | Rp 5.000.000 |
Basis akrual: pendapatan diakui saat menjadi hak, bukan saat kas diterima.
Beban Dibayar Dimuka
Sewa kantor setahun (Rp24.000.000) sudah dibayar dimuka awal tahun; sampai akhir bulan ini porsi 1 bulan (Rp2.000.000) sudah menjadi beban.
| Akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Beban Sewa | Rp 2.000.000 | — |
| Beban Dibayar Dimuka | — | Rp 2.000.000 |
Asuransi Dibayar Dimuka
Premi asuransi kebakaran 1 tahun (Rp6.000.000) dibayar di awal; porsi 1 bulan (Rp500.000) sudah lewat masa berlakunya sampai akhir bulan ini.
| Akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Beban Asuransi | Rp 500.000 | — |
| Asuransi Dibayar Dimuka | — | Rp 500.000 |
Pengakuan Bertahap Pendapatan Diterima Dimuka
DP jasa desain Rp10.000.000 diterima bulan lalu; sampai akhir bulan ini pekerjaan baru 30% selesai (Rp3.000.000) — diakui sebagian sebagai pendapatan, sisanya tetap liabilitas.
| Akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Pendapatan Jasa Diterima Dimuka | Rp 3.000.000 | — |
| Pendapatan Jasa | — | Rp 3.000.000 |
Berbeda dari Penyelesaian Jasa dari DP (kategori Pemasukan) yang menutup DP sepenuhnya sekaligus — ini mengakui sebagian secara bertahap tiap akhir periode.
Perlengkapan Terpakai
Saldo Perlengkapan tercatat Rp2.000.000; hasil hitung fisik akhir bulan tersisa Rp800.000 — selisih Rp1.200.000 berarti sudah terpakai.
| Akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Beban Perlengkapan | Rp 1.200.000 | — |
| Perlengkapan | — | Rp 1.200.000 |
Penyusutan Aset Tetap
Mesin produksi senilai Rp60.000.000 (nilai sisa Rp0, umur manfaat 5 tahun) disusutkan garis lurus — beban penyusutan bulan ini Rp1.000.000.
| Akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Beban Penyusutan | Rp 1.000.000 | — |
| Akumulasi Penyusutan | — | Rp 1.000.000 |
Tersedia kalkulator otomatis sesuai metode penyusutan (garis lurus, unit aktivitas, atau saldo menurun) untuk aset yang sudah terdaftar di Aset Tetap.
Piutang Tak Tertagih (Taksiran Cadangan)
Estimasi cadangan piutang tak tertagih akhir periode, dihitung dari persentase umur piutang, sebesar Rp1.500.000.
| Akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Beban Piutang Tak Tertagih | Rp 1.500.000 | — |
| Penyisihan Piutang Tak Tertagih | — | Rp 1.500.000 |
Ini taksiran cadangan berdasarkan umur piutang, bukan penghapusan piutang tertentu — penghapusan riil ada di kategori Beban → Penghapusan Piutang Tak Tertagih.
Bunga Wesel Tagih
Wesel tagih Rp20.000.000 berbunga 12%/tahun sudah berjalan 1 bulan tapi belum jatuh tempo — bunga yang sudah menjadi hak diakui Rp200.000.
| Akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Piutang Bunga | Rp 200.000 | — |
| Pendapatan Bunga | — | Rp 200.000 |
Bunga Wesel Bayar
Wesel bayar Rp15.000.000 berbunga 10%/tahun sudah berjalan 1 bulan tapi belum jatuh tempo — bunga yang sudah menjadi kewajiban diakui Rp125.000.
| Akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Beban Bunga | Rp 125.000 | — |
| Utang Bunga | — | Rp 125.000 |
Reklasifikasi Utang Jangka Panjang yang Jatuh Tempo
Dari sisa utang jangka panjang Rp200.000.000, sebesar Rp40.000.000 akan jatuh tempo dalam 12 bulan ke depan — direklasifikasi ke liabilitas jangka pendek supaya Neraca mencerminkan umur kewajiban dengan benar.
| Akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Utang Jangka Panjang | Rp 40.000.000 | — |
| Utang Jangka Panjang yang Jatuh Tempo | — | Rp 40.000.000 |
Nominal ditentukan manual sesuai jadwal cicilan utang, bukan dihitung otomatis oleh aplikasi.
Amortisasi Aset Hak-Guna (Sewa Pembiayaan)
Aset hak-guna dari sewa pembiayaan alat berat (nilai awal Rp120.000.000, masa sewa 5 tahun) diamortisasi garis lurus — beban bulan ini Rp2.000.000.
| Akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Beban Amortisasi | Rp 2.000.000 | — |
| Aset Hak-Guna | — | Rp 2.000.000 |
Amortisasi Aset Tak Berwujud
Paten senilai Rp25.000.000 (umur manfaat 10 tahun) diamortisasi garis lurus — beban bulan ini Rp208.333, dikreditkan langsung ke akun Paten.
| Akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Beban Amortisasi | Rp 208.333 | — |
| Paten | — | Rp 208.333 |
Kredit langsung ke akun aset tak berwujudnya sendiri, bukan ke akun kontra seperti Akumulasi Penyusutan pada aset tetap.
Penurunan Nilai Aset Tak Berwujud
Merek Dagang yang tercatat Rp15.000.000 mengalami penurunan nilai wajar permanen menjadi Rp10.000.000 — diakui rugi penurunan nilai Rp5.000.000.
| Akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Rugi Penurunan Nilai Aset | Rp 5.000.000 | — |
| Merek Dagang | — | Rp 5.000.000 |