Artikel
Tips dan panduan seputar pembukuan, keuangan usaha, dan perpajakan — ditulis untuk pelaku usaha di Indonesia, dari UMKM sampai CV dan PT.
Cara Membaca Laporan Laba Rugi dan Memanfaatkan Informasinya untuk Kepentingan Perusahaan
Laba Rugi paling sering dibaca dengan cara paling malas: lompat langsung ke angka Laba Bersih paling bawah. Padahal angka itu bisa membesar karena bisnis inti membaik, atau cuma karena untung sekali jual aset — dan dua penyebab itu butuh keputusan yang sama sekali berbeda. Artikel ini membedah cara membaca Laba Rugi berlapis-lapis, plus cara memakainya untuk keputusan nyata: dari menentukan harga jual sampai menentukan gaji wajar untuk pemilik sendiri.
Baca selengkapnyaCara Membaca Laporan Arus Kas dan Memanfaatkan Informasinya untuk Keputusan Usaha
Laporan Arus Kas sering cuma dilirik sekilas di angka paling bawah — padahal di dalamnya ada pola yang bisa menjawab pertanyaan jauh lebih penting: usaha ini sedang bertumbuh sehat, atau justru menutupi masalah operasional dengan utang baru? Artikel ini membedah cara membacanya lapis demi lapis, plus cara memakainya untuk keputusan nyata — ekspansi, negosiasi ke pemasok, sampai kapan sebaiknya menahan diri ambil pinjaman.
Baca selengkapnyaBiaya Overhead Pabrik (BOP): Cara Menghitung dan Membebankannya ke Produk
Bahan baku dan upah tukang mudah dihitung per pesanan — tinggal lihat berapa yang dipakai. Tapi berapa porsi listrik pabrik, penyusutan mesin, dan gaji mandor yang seharusnya dibebankan ke SATU pesanan tertentu? Ini masalah klasik akuntansi biaya produksi yang solusinya (tarif overhead ditentukan di muka) diatur cukup spesifik oleh PSAK 14/IAS 2 — dan sering disalahpahami di lapangan.
Baca selengkapnyaPiutang Tak Tertagih: Metode Pencadangan vs Penghapusan Langsung
Pelanggan yang sudah berbulan-bulan tidak membayar dan tidak merespons penagihan, akhirnya harus diakui: piutang itu kemungkinan besar tidak akan pernah tertagih. Tapi "menghapusnya begitu saja dari catatan" ternyata bisa dilakukan dengan dua cara yang hasilnya sangat berbeda di laporan keuangan — dan salah pilih metode bisa membuat laba terlihat lebih besar dari kenyataan selama berbulan-bulan sebelum kerugiannya baru diakui.
Baca selengkapnyaPPh Pasal 22: Aturan, Objek, dan Tarifnya — Termasuk Pemungutan Baru oleh Marketplace
Sejak 1 Agustus 2026, sebagian penjual online mulai melihat potongan baru di payout Shopee/Tokopedia/Lazada/Blibli mereka dan bingung ini pajak apa. Ini bukan pajak baru — PPh Pasal 22 sudah ada sejak lama, cuma sekarang cara pemungutannya langsung menjangkau pedagang kecil lewat marketplace. Berikut aturan lengkapnya: apa itu, siapa yang memungut, berapa tarifnya, dan bagaimana mencatatnya dengan benar.
Baca selengkapnyaCara Membaca Laporan Keuangan: Neraca, Laba Rugi, dan Arus Kas untuk Pemilik Usaha
Punya laporan keuangan bukan jaminan paham kondisi usaha sendiri. Banyak pemilik usaha punya ketiganya — Neraca, Laba Rugi, Arus Kas — tapi cuma melihat angka paling bawah tanpa tahu apa yang sebenarnya diceritakan tiap laporan, padahal ketiganya saling terhubung dan masing-masing menjawab pertanyaan yang berbeda tentang usaha yang sama.
Baca selengkapnyaPenyusutan Aset Tetap: Garis Lurus vs Saldo Menurun, Perbandingan Lengkap dan Praktiknya di PaKuntan
Dua metode penyusutan yang paling umum dipakai — Garis Lurus dan Saldo Menurun — menghasilkan TOTAL beban penyusutan yang persis sama sepanjang umur aset. Yang membedakan cuma POLA pembebanannya per tahun, tapi perbedaan pola itu bisa mengubah laba yang dilaporkan, pajak yang dibayar tahun ini, dan nilai aset di neraca — jadi memilih metode yang salah bukan cuma soal selera pencatatan.
Baca selengkapnyaTransaksi KUR: Apa Itu, Cara Mencatat, Penjurnalan, dan Praktiknya di PaKuntan
KUR bukan pendapatan, bukan modal — KUR adalah utang, titik. Kesalahan paling umum UMKM penerima KUR adalah memperlakukan dana yang cair sebagai "uang tambahan usaha" tanpa mencatatnya sebagai kewajiban, padahal setiap bulan ada cicilan pokok dan bunga yang harus dijurnal dengan benar supaya laporan keuangan tidak menyesatkan.
Baca selengkapnyaJurnal Penyesuaian: Kenapa Penting, Kapan Dipakai, dan Akun Apa Saja yang Terpengaruh
Laporan keuangan yang disusun langsung dari buku besar tanpa jurnal penyesuaian nyaris selalu salah — bukan karena ada transaksi yang salah dicatat, tapi karena ada peristiwa ekonomi yang belum tercatat sama sekali. Inilah kenapa jurnal penyesuaian bukan langkah opsional, melainkan syarat wajib sebelum laporan keuangan boleh disebut akurat.
Baca selengkapnyaPerlengkapan vs Peralatan: Beda, Jenis-Jenisnya, dan Cara Menjurnalnya
Kertas printer dan mesin fotokopi sama-sama dibeli untuk operasional kantor — tapi yang satu jadi beban dalam hitungan minggu, yang satu jadi aset yang disusutkan bertahun-tahun. Salah kelompokkan salah satunya, dan laporan laba rugi maupun neraca bisa menyimpang jauh dari kondisi usaha yang sebenarnya.
Baca selengkapnyaCara Mengisi Saldo Awal di PaKuntan: Panduan Langkah demi Langkah
Baru mulai pakai PaKuntan padahal usaha sudah jalan bertahun-tahun? Neracanya jangan dimulai dari nol — Saldo Awal adalah cara memindahkan posisi keuangan yang sudah ada (kas, piutang, utang, sampai persediaan per produk) ke PaKuntan, sekali di awal, supaya laporan sejak hari pertama sudah benar.
Baca selengkapnyaTransaksi Penjualan Dagang: Alur, Syarat Pembayaran, Retur, dan Penjurnalannya Secara Lengkap
Barang sudah dikirim, uang sudah masuk ke kas — kelihatannya penjualan selesai di situ. Padahal satu transaksi penjualan dagang bisa menyimpan syarat pembayaran, potongan tunai, retur, sampai ongkos kirim yang masing-masing punya perlakuan jurnal sendiri. Ini alur lengkapnya, dari faktur sampai laporan laba rugi.
Baca selengkapnyaPembayaran Gaji: Tahapan, Realita di Lapangan, dan Cara Kerjanya di PaKuntan
"Transfer segini ke rekening karyawan" terdengar sederhana, tapi di baliknya ada potongan PPh 21, BPJS, dan kontribusi pemberi kerja yang sering luput dicatat. Berikut tahapan lengkapnya, realita di lapangan, dan bagaimana PaKuntan menanganinya secara otomatis.
Baca selengkapnyaFIFO, LIFO, dan Rata-Rata Tertimbang: Perbandingan Lengkap dan Sudut Pandang PSAK
Tiga barang identik, dibeli di tiga harga berbeda, dijual di hari yang sama — HPP dan laba yang dilaporkan bisa berbeda jutaan rupiah tergantung metode mana yang dipakai. Ini perbandingan lengkap FIFO, LIFO, dan Rata-Rata, termasuk kenapa PSAK hanya mengizinkan dua di antaranya.
Baca selengkapnyaPersediaan: Cara Menghitung, Metode Penilaian, dan Kenapa Sangat Penting bagi Bisnis
Data Kemenkop UKM mencatat lebih dari 60% UMKM Indonesia kesulitan mengontrol persediaan, dan 1 dari 3 di antaranya kehilangan potensi penjualan karena stok tidak terpantau. Persediaan sering dianggap "sekadar barang di rak", padahal salah kelola sedikit saja langsung menggerus kas dan laba.
Baca selengkapnyaSaldo Laba: Apa Itu, Kegunaannya, Cara Menghitung, dan Penerapannya di Lapangan
Perusahaan bisa untung besar tahun ini, tapi kalau tahun-tahun sebelumnya rugi besar, secara hukum belum tentu boleh bagi dividen. Kuncinya ada di satu angka yang jarang dipahami pemiliknya sendiri: Saldo Laba.
Baca selengkapnyaHutang Lancar: Jenis, Cara Klasifikasinya, dan Penerapannya di Lapangan
Utang ke supplier, gaji karyawan yang belum dibayar, PPN yang belum disetor, sampai cicilan bank bulan depan — semuanya beda bentuk, tapi satu kategori: Hutang Lancar. Salah kelola kategori ini, dan usaha bisa terlihat sehat di laporan padahal kasnya sudah kritis.
Baca selengkapnyaPiutang Usaha: Pengertian, Istilah Sehari-hari, dan Realitanya di Indonesia
"Nanti aja bayarnya, dicatat dulu ya" — kalimat ini terdengar di hampir setiap warung dan toko kelontong di Indonesia. Itulah Piutang Usaha dalam bentuk paling sederhana, dan cara ia dikelola (atau tidak dikelola) menentukan apakah usaha kecil bertahan atau kehabisan modal kerja.
Baca selengkapnyaPajak Masukan dan Pajak Keluaran PPN: Cara Kerja, Manfaat, dan Dampaknya bagi Bisnis
Setiap struk belanja yang mencantumkan "PPN" menyembunyikan mekanisme dua arah — Pajak Keluaran dan Pajak Masukan — yang menentukan apakah bisnis harus setor PPN ke negara, atau justru berhak minta kembali. Ini cara kerjanya, dan kenapa dirancang seperti itu.
Baca selengkapnyaPentingnya Memisahkan Keuangan Usaha dan Pribadi (dan Dampaknya untuk Jangka Panjang)
Data Kemenkop UKM mencatat 77,5% pelaku usaha tidak punya pembukuan teratur, dan 70-80% UMKM gagal di tahun pertama. Salah satu akar masalah yang paling sering luput: uang usaha dan uang pribadi bercampur di rekening yang sama.
Baca selengkapnyaAkrual vs Basis Kas: Apa Bedanya, dan Mana yang Cocok untuk UMKM?
"Uang masuk banyak berarti untung, uang keluar banyak berarti rugi" — cara berpikir ini disebut basis kas, dan buat banyak UMKM terasa paling masuk akal. Padahal ada cara lain yang lebih mencerminkan kondisi usaha sebenarnya, dan menurut PSAK, itu bukan sekadar pilihan — itu standarnya.
Baca selengkapnyaHPP (Harga Pokok Penjualan): Cara Menghitung, Aturan PSAK, sampai Penjurnalannya
Banyak pelaku usaha mengira HPP sama dengan modal atau harga beli barang. Padahal salah menghitung HPP berarti salah menghitung laba — dan bisa membuat usaha terasa untung padahal sebenarnya menggerus modal sendiri.
Baca selengkapnyaUsaha Teh Poci: Dari Tradisi Slawi sampai Cara Mencatat Akuntansinya
Teh poci bukan cuma warisan budaya Tegal — di banyak kota, ini juga usaha kaki lima yang benar-benar hidup dari transaksi harian. Bagaimana penjualannya berjalan, dan bagaimana semua itu semestinya tercatat secara akuntansi?
Baca selengkapnyaApakah UMKM Perlu Pencatatan Keuangan? Ini Manfaat dan Cara Memulainya
Banyak pelaku UMKM merasa pembukuan itu ribet dan cuma buat perusahaan besar. Padahal tanpa catatan keuangan yang rapi, sulit tahu usaha benar-benar untung atau justru menggerus modal sendiri.
Baca selengkapnya